CD Projekt Keluhkan Hasil Penjualan Thronebreaker yang Tidak Laris

Punya ekspekstasi yang berlebihan ?

Punya label sebagai salah satu developer terbaik karena sifatnya yang selalu pro kepada konsumen dan biasa dicintai oleh banyak gamer rupanya tidak menjamin perkembangan bisnis mereka akan selalu lancar di setiap waktu. Percaya tak percaya, kita sedang membicarakan developer sekelas CD Projekt Red pada kesempatan kali ini. Ditengah hype para penggemar yang masih setia menunggu gebrakan developer asal Polandia ini dalam merilis game Cyberpunk 2077, CD Projekt baru saja telah merilis sebuah game spinoff dari seri The Witcher yang berjudul Thronebreaker.
Game ini memang sama sekali tidak seperti game The Witcher biasanya yang mengambil genre Action RPG beserta aspek penjelajahan open world secara 3D. Justru Sebaliknya, Thronebreaker merupakan game RPG adventure dengan permainan kartu Gwent sebagai fokus gameplay utama. Meski pada kenyataanya Thronebreaker dianugerahi review yang sangat positif, namun CD Projekt nampaknya tetap harus kembali membumi ketika menyaksikan hasil penjualan yang mereka raih.
Dalam transkrip telekonferensi yang CD Projekt gelar baru-baru ini, Adam Kicinski selaku CEO mengatakan bila pada dasarnya game ini sangatlah diterima oleh para komunitas. Akan tetapi, hasil penjualan yang mereka dapatkan ternyata telah meleset cukup jauh dari harapan. Walaupun begitu, Adam tetap menegaskan bahwa ini bukanlah hal yang tergolong fatal atau mendesak bagi CD Projekt. Ia cukup optimis tentang keberlangsungan game Thronebreaker dalam beberapa tahun ke depan, apalagi saat perilisannya di versi konsol (untuk PS4 dan Xbox One) pada tanggal 4 Desember nanti.
Sedangkan bila membahas mengenai versi PCnya, Thronebreaker awalnya direncanakan sebagai game yang akan dirilis secara eksklusif di GOG. Namun tak lama setelahnya, game ini tiba-tiba juga muncul di Steam pada tanggal 4 November kemarin. Mungkin ini adalah hal yang nampaknya menjadi alasan dari kurangnya hasil penjualan game mereka di PC. Belum lagi bila khusus di Indonesia, ada kontroversi lain mengenai kasus regional pricing yang tergolong mahal untuk game ini di platform Steam. Dimana kamu betul-betul harus menyodorkan uang sebesar $30 penuh untuk membeli Thronebreaker (harga di Steam Rp.439.000).

No comments