Pemuda Ini Didatangi Polisi karena Terlalu Berisik Bermain Game

Namun nasib si pemuda tak seapes yang kamu kira.

Bermain game multiplayer bersama dengan teman-teman memang sangatlah mengasyikan. Akan tetapi, ada baiknya kamu harus tahu bahwa kesenanganmu mungkin bisa saja menjadi duka atau malah kebahagiaan bagi orang lain. Namun kejadian yang dialami oleh Jovante M. Williams ini bisa jadi merupakan pengalaman yang paling langka dalam seluruh lingkup kehidupan remaja.
Pada suatu hari, ia mengajak beberapa sahabatnya untuk bermain Super Smash Bros di apartemen kediamannya. Di saat sedang asyik bermain, ia rupanya tak sadar bila ada tetangga yang mungkin merasa risih atau terganggu dengan suara-suara yang diciptakan oleh Jovan dan kawan-kawannya itu. Tak lama berselang, tiba-tiba muncul seorang tamu tak diundang mengetok pintu kamar apartemen Jovan yang secara mengejutkan ternyata adalah seorang polisi.
Jovante yang awalnya merasa was-was dan pasrah, rupanya cukup terkejut dengan pertanyaaan yang pertama kali dilontarkan oleh para pihak penegak hukum ini. Ketimbang memarahi, menegur dan memperingati mereka agar mengecilkan suara ketika sedang bermain, sang bapak polisi yang berjumlah 2 orang tersebut malah menanyakan tentang apa yang sedang Jovan dan kawan-kawannya mainkan, dan bisakah juga mereka untuk ikut bermain (hah) ?

Jovante pun dengan perasaan yang heran juga meresponi lagi para polisi ini dengan bertanya “kalian ingin bermain Smash ?”. Mereka lalu mengangguk dan seakan ingin menunjukan rasa kepo yang lebih terhadap game yang sedang dimainkan oleh Jovan dan kawan-kawannya tersebut. Ia akhirnya juga mendokumentasi dan memfoto momen-momen paling unik di hidupnya saat mengajari kedua polisi ini memainkan game fighting eksklusif buatan Nintendo itu.
Lewat postingan video di akun Twitternya, Jovante memberi gurauan bahwa kedua polisi yang dipanggil oleh tetangganya tersebut sedang ia dan teman-temannya lawan dalam game Super Smash Bros.
Dari kejadian ini, ada satu hal yang cukup luar biasa ketika melihat sang bapak polisi sama sekali tidak menindak Jovan dengan cara yang tegas dan mengancam. Justru sebaliknya, mereka (saya pribadi asumsikan) malah cenderung ingin mau masuk ke dalam “dunia” Jovan sambil mau memberikan satu pengertian serta nasihat yang pastinya bisa ia (Jovan) terima secara positif.

No comments