Breaking News

Jalur Trans Jawa dari Masa ke Masa


Jelang hari-hari libur, terutama libur Idul Fitri, jalur darat di wilayah Jawa makin ramai dalam banyak pemberitaan. Jalan Raya Pos yang dulu lumrah dilewati kereta kuda kini telah berevolusi menjadi Tol Trans Jawa. Cerita soal Tol Trans Jawa barangkali tak lepas dari sejarah Jasa Marga, yang ditunjuk pemerintah sebagai badan yang merencanakan, membangun, mengoperasikan, dan memelihara jalan tol sejak 1978. Dilansir dari situs resminya, Jasa Marga mulai mengoperasikan Tol Jakarta – Cikampek sepuluh tahun setelah resmi berdiri. Sejak saat itu, rute ini jadi pintu gerbang menuju Jawa Tengah maupun Jawa Timur, khususnya bagi yang menggunakan alat transportasi darat. Para pemudik juga makin merasakan kemudahan menuju kampung halaman saat Tol Cipali resmi digunakan pada 2015.

Decnop tidak sendiri. Ia ditemani oleh Du Croo, wartawan dari surat kabar di Semarang, De Locomotief, bersama dua orang lainnya. Duduk di mobil dengan ukuran tidak terlalu besar, mereka melewati pegunungan terjal di Jawa Barat, pedesaan di Jawa Tengah, hingga menyeberangi sungai menggunakan rakit sebelum sampai di Jawa Timur.

James Luhulima dalam Sejarah Mobil & Kisah Kehadiran Mobil di Negeri Ini (2012) mengisahkan bahwa saat itu, Jalan Raya Pos yang dibangun Daendels ini menjadi rute paling singkat menuju Jawa Tengah atau Jawa Timur dari Batavia. Pada awal abad ke-19, jalan ini merupakan rute utama kereta

kuda, alat transportasi paling populer kala itu. Kereta pos yang melaju cepat di jalan ini memperpendek waktu tempuh Batavia ke Surabaya, yang sebelumnya memakan waktu dua hingga tiga minggu, menjadi sekitar tujuh hari saja. Tentunya, perjalanan itu dilakukan pada musim kemarau, sebab pada musim hujan perjalanan kereta pos dari Batavia ke Surabaya atau sebaliknya akan memakan waktu sembilan hingga 10 hari 

No comments